. A. Pengertian
Motivasi
Motivasi adalah suatu sugesti atau dorongan yang muncul karena
diberikan oleh seseorang kepada orang lain atau dari diri sendiri, dorongan
tersebut bermaksud agar orang tersebut menjadi orang yang lebih baik dari yang
sebelumnya. Motivasi juga bisa diartikan sebagai sebuah alasan yang mendasari
sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang.
B. Konsep
Motivasi
Konsep
motivasi yang dijelaskan oleh suwanto (2001:150) adalah sebagai berikut
1. Model
Tradisional
Untuk
memotivasi pegawai agar gairah kerja meningkat perlu diterapkan sistem insentif
dalam bentuk uang atau barang kepada pegawai yang berprestasi.
2. Model
Hubungan Manusia
Untuk
memotivasi pegawai agar gairah kerjanya meningkat adalah dengan mengakui
kebutuhan sosial mereka dan membuat mereka merasa berguna dan penting.
3. Model
Sumber Daya Manusia
Pegawai
dimotivasi oleh banyak faktor, bukan hanya uang atau barang tetapi juga
kebutuhan akan pencapaian dan pekerjaan yang berarti.
C. Elemen
Penggerak Motivasi
1. Kinerja (achievement).
Seseorang yang memiliki keinginan berprestasi sebagai suatu kebutuhan
(needs) dapat mendorongnya mencapai sasaran.
2. Penghargaan (recognition)
Penghargaan, pengakuan atas suatu
kinerja yang telah dicapai oleh seseorang merupakan stimulus yang kuat.
3. Tantangan ( challenge )
Adanya tantangan yang dihadapi
merupakan stimulus kuat bagi manusia untuk untuk mengatasinya.
4. Tanggung jawab (responsibility)
Adanya rasa ikut serta memiliki
(sense of belonging) akan menimbulkan motivasi untuk turut merasa bertanggung
jawab.
5.. Pengembangan ( development )
Pengembangan kemampuan seseorang,
baik dari pengalaman kerja atau kesempatan untuk maju, dapat menjadi stimulus
kuat bagi karyawan untuk bekerja lebih giat atau lebih bergairah.
6. Keterlibatan ( involvement )
Adanya rasa keterlibatan
(involvement) bukan saja merupakan rasa memiliki dan rasa turut bertanggung
jawab,tetapi juga menimbulkan rasa turut mawas diri untuk bekerja lebih baik
dan menghasilkan produk yang lebih bermutu.
7. Kesempatan ( opportunity )
Kesempatan
untuk maju dalam bentuk jenjang karir yang terbuka, dari tingkat bawah sampai
tingkat manajemen puncak merupakan stimulus yang cukup kuat bagi karyawan.
D. Bentuk
Motivasi
1.
Kompensasi
bentuk uang
Salah satu bentuk yang paling sering
diberikan kepada karyawan adalah berupa kompensasi. Kompensasi yang diberikan
karyawan biasanya berwujud uang
2.
Pengarahan
dan pengendalian
Pengarahan dimaksudkan menetukan bagi
karyawan mengenai apa yang harus mereka kerjakan dan apa yang tidak harus
mereka kerjakan. Sedangkan pengendalian dimaksudkan menentukan bahwa karyawan harus mengerjakan
hal-hal yang telah diinstruksikan
3.
Penetapan
pola kerja yang efektif
Penyesuaian yang efektif dari pola kerja pada
kebutuhan karyawan yang meningkat tidak mungkin terjadi, minimum pada ukuran
yang besar, tanpa perubahan besar dalam budaya intern perusahaan. Perubahan
yang demikian lamban sifatnya dan cenderung ketinggalan di belakang kebutuhan
perubahan tersebut. Untuk jangka waktu yang cukup lama, mungkin akan terus
tampak suatu pola kerja yang tidak rata. Beberapa perusahaan berhasil
menyesuaikan diri dengan kebutuhan akan pekerjaan yang memberikan tantangan,
beberapa perusahaan lainnya akan mengadakan percobaan secara tidak efektif, dan
beberapa perusahaan lainnya berusaha untuk menentang atau cenderung hostoris.
Akhirnya, keuntungan ekonomis yang diperoleh perusahaan yang berhasil
menyesuaikan diri mungkin akan membuat perusahaan yang ketinggalan tersebut
menyadari kenyataan baru.
4.
Kebajikan
Kebajikan dapat didefinisikan sebagai suatu
tindakan yang diambil dengan sengaja oleh manajemen untuk memengaruhi sikap
atau perasaan para karyawan. Dengan kata lain, kebajikan adalah usaha untuk
membuat karyawan bahagia.
E. Jenis-jenis
Motivasi
1. Motivasi Intrinsik
Yang dimaksud dengan motivasi
intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu
dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan
untuk melakukan sesuatu
2. Motivasi
Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah
motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar.
1. Teori Hierarki Kebutuhan
Kebutuhan
Dasar 1 : Kebutuhan Fisiologis
Umumnya kebutuhan fisiologis bersifat
neostatik (usaha menjaga keseimbangan unsur-unsur fisik) seperti makan,
minum,gula, garam, protein, serta kebutuhan istirahat dan seks. Kebutuhan
fisiologis ini sangat kuat, dalam keadaan absolut (kelaparan dan kehausan)
semua kebutuhan lain ditinggalkan dan orang mencurahkan semua kemampuannya untuk
memenuhi kebutuhan ini.
Kebutuhan
Dasar 2 : Kebutuhan Keamanan (Safety)
Sesudah kebutuhan keamanan terpuaskan
secukupnya, muncul kebutuhan keamanan, stabilitas, proteksi, struktur
hukum, keteraturan, batas, kebebasan
dari rasa takut dan cemas. Kebutuhan fisiologis dan keamanan pada dasarnya
adalah kebutuhan mempertahankan kehidupan. Kebutuhan fisiologis adalah
pertahanan hidup jangka pendek, sedang keamanan adalah pertahanan hidup jangka
panjang.
Kebutuhan
Dasar 3 : Kebutuhan Dimiliki dan Cinta (Belonging dan Love)
Sesudah
kebutuhan fisiologis dari keamanan relatif terpuaskan, kebutuhan dimiliki atau
menjadi bagian dari kelompok sosial dan cinta menjadi tujuan yang dominan.
Orang sangat peka dengan kesendirian, pengasingan, ditolak lingkungan, dan
kehilangan sahabat atau kehilangan cinta. Kebutuhan dimiliki ini terus penting
sepanjang hidup. Ada dua jenis cinta (dewasa) yakni Deficiency atau
D-Love dan Being atau B-love. Kebutuhan cinta karena kekurangan, itulah
DLove; orang yang mencintai sesuatu yang tidak dimilikinya, seperti harga diri,
seks, atau seseorang yang membuat dirinya menjadi tidak sendirian. Misalnya :
hubungan pacaran, hidup bersama atau perkawinan yang membuat orang terpuaskan
kenyamanan dan keamanannya. D-love adalah cinta yang mementingkan diri sendiri,
yang memperoleh daripada memberi.
B-Love didasarkan pada penilaian mengenai
orang lain apa adanya, tanpa keinginan mengubah atau memanfaatkan orang itu.
Cinta yang tidak berniat memiliki, tidak mempengaruhi, dan terutama bertujuan
memberi orang lain gambaran positif, penerimaan diri dan perasaan dicintai,
yang membuka kesempatan orang itu untuk berkembang.
Kebutuhan
Dasar 4 : Kebutuhan Harga Diri (Self Esteem)
Ketika kebutuhan dimiliki dan mencintai sudah
relatif terpuaskan, kekuatan motivasinya melemah, diganti motivasi harga diri.
Ada dua jenis harga diri :
1.
Menghargai
diri sendiri (self respect) : kebutuhan kekuatan, penguasaan,
kompetensi, prestasi, kepercayaan diri, kemandirian, dan kebebasan.
2.
Mendapat
penghargaan dari orang lain (respect from other) : kebutuhan prestise,
penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, menjadi orang
penting, kehormatan, diterima dan apresiasi. Orang membutuhkan pengetahuan
bahwa dirinya dikenal dengan baik dan dinilai dengan baik oleh orang lain.
Kebutuhan
Dasar Meta : Kebutuhan Aktualisasi Diri
Akhirnya sesudah semua kebutuhan dasar
terpenuhi, muncullah kebutuhan meta atau kebutuhan aktualisasi diri, kebutuhan
menjadi sesuatu yang orang itu mampu mewujudkannya secara maksimal seluruh
bakat –kemampuann potensinya. Aktualisasi diri adalah keinginan untuk
memperoleh kepuasan dengan dirinya sendiri (Self fullfilment), untuk
menyadari semua potensi dirinya,untuk menjadi apa saja yang dia dapat
melakukannya, dan untuk menjadi kreatif
dan bebas mencapai puncak prestasi potensinya. Manusia yang dapat mencapai
tingkat aktualisasi diri ini menjadi manusia yang utuh, memperoleh kepuasan
dari kebutuhankebutuhan yang orang lain bahkan tidak menyadari ada kebutuhan
semacam itu.
Teori X dan Teori Y ialah teori motivasi manusia
yang dicipta dan dibangunkan oleh Douglas McGregor.
Teori X
Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas
yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan
tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki cita-cita yang kecil
untuk mencapai tujuan syarikat namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup
yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta
diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan syarikat.
Teori Y
Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kudrat manusia seperti
halnya kegiatan sehari-hari. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam
secara ketat kerana mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk
bekerja sesuai tujuan syarikat. Pekerja memiliki kemampuan kreatif, imaginasi,
kepandaian serta memahami tanggungjawab dan prestasi atas pencapaian tujuan
bekerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki
dalam bekerja.
Teori yang dibuat oleh Frederick
Herzberg mengatakan bahwa hubungan seorang individu dengan kerja merupakan
suatu hubungan dasar dan sikap individu terhadap kerja sangat menentukan
berhasil atau gagalnya individu tersebut. Menurut Herzberg (1966), ada dua
jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan
menjauhkan diri dari ketidakpuasan, yaitu :
1) Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar
dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya
adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya
(faktor ekstrinsik),
2) Faktor motivator memotivasi seseorang untuk
berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement,
pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsik).
Teori dari Vroom (1964) tentang
cognitive theory of motivation menjelaskan mengapa seseorang tidak akan
melakukan sesuatu yang ia yakini ia tidak dapat melakukannya, sekalipun hasil
dari pekerjaan itu sangat dapat ia inginkan. Menurut Vroom, tinggi rendahnya
motivasi seseorang ditentukan oleh tiga komponen, yaitu:
·
Ekspektasi (harapan)
keberhasilan pada suatu tugas
·
Instrumentalis, yaitu
penilaian tentang apa yang akan terjadi jika berhasil dalam melakukan suatu
tugas (keberhasilan tugas untuk mendapatkan outcome tertentu).
·
Valensi, yaitu respon
terhadap outcome seperti perasaan posistif, netral, atau negatif.Motivasi
tinggi jika usaha menghasilkan sesuatu yang melebihi harapan. Motivasi rendah
jika usahanya menghasilkan kurang dari yang diharapkan.
Teori kebutuhan
McClelland dikemukakan oleh David McClelland dan kawan-kawannya. Teori ini
berfokus pada tiga kebutuhan, yaitu (Robbins, 2007) :
a.
Kebutuhan pencapaian
(need for achievement) : Dorongan untuk berprestasi dan mengungguli, mencapai
standar-standar, dan berusaha keras untuk berhasil
b.
Kebutuhan akan
kekuatan (need for pewer) : kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku
sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.
c.
Kebutuhan hubungan
(need for affiliation) : Hasrat untuk hubungan antar pribadi yang ramah dan
akrab.
6.
6. Teori Motivasi CLAYTON ALDERFER (Teori “ERG)
Clayton
Alderfer mengetengahkan teori motivasi ERG yang didasarkan pada kebutuhan
manusia akan keberadaan (exsistence), hubungan (relatedness), dan pertumbuhan
(growth). Teori ini sedikit berbeda dengan teori maslow. Disini Alfeder
mngemukakan bahwa jika kebutuhan yang lebih tinggi tidak atau belum dapat
dipenuhi maka manusia akan kembali pada gerakk yang fleksibel dari pemenuhan
kebutuhan dari waktu kewaktu dan dari situasi ke situasi.
Daftar
Pustaka :
Siswanto,H.B.2010.Pengantar Manajemen.Bandung:Bumi Aksara
Wukir,SH.M.Ed.2013.Manajemen Sumber Daya Manusia dalam
Organisasi Sekolah.Jakarta:Multi Presindo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar